Jumat, 27 Juli 2007

anak anak jangan mau diajarkan jadi maling yah :-) [APWKomitel] Re: Update Terbaru dari Seminar Nasional Open Source

hi hi hi...
dulu bokap pernah bilang...
kalau mau nyuri ya nyuri ilmu, (jadi berkat brg2 ilegal itualh saya bisa belajar dgn murah)
tapi sekarang dah insap (dikit) mau ngembangin open cource ajah, walau saya udah nyabet sederet sertipikat nya M$,

----- Original Message ----
errytarman <errytarman@yahoo.com> wrote:

Ngak usah pada curiga lah kepala dingin aja, M$ mau ajukan lesinsi
open source juga, barangkali mau diomongin disitu, coba aja lihat di

http://microsoft. com/opensource.

Kadang2 yang ada di kita udah dicuci otaknya apa2 yang open source itu
selalu gratis melulu... he he, ampe datang seminar juga mau datang
gratis. sebelum mengenal open souce kita juga udah ngerasain racunnya
(maksudnya madunya) M$ dan software lainnya, dosa masa lalu juga
jangan dilupakan dong, apa udah minta maaf sama M$ dan yang lainnya
mungkin (Adobe PhotoShop, AutoCAD,Norton, ... dll )sekarang aja kan
kita baru melek HAKI, baguslah kalo begitu.
Jangan maling teriak maling (Maaf kalo ada yang tersinggung) .

---
[rr]pak ph dan pak erry

Supaya kita jangan jadi maling semua... makanya sejak pendidikan dasar jangan mau diajarkan jadi maling...

jangan pake software yang sudah tahu bakalan ngak ke beli he..eh...he...

dibawah ini ada berita menarik dari Kompas hari ini (Sabtu) oleh kak Seto ... soal anak anak dan iklan rokok...
mungkin bisa ditarik benang merahnya... siapa tahu ada hubungannya pendidikan dan iklan rokok...

salam, rr - apwkomitel
note: hebatnya... orang orang yang sekarang jadi hebat hebat... misalnya seperti om bill... apakah waktu kecilnya menciptakan sesuatu dari nol... atau sekedar reinventing the wheel... kata peribahasa...

dulu waktu kita sekolah itu... kita belajar... waktu belajar itu kita meniru... gratis... sekarang anak anak diajarkan tidak boleh meniru dan diberi software yang nantinya ketika dia besar atau bapaknya pun terkadang ngak sanggup beli... lha habis gimana kalau 20% masyarakatnya masih hidup di bawah $1,- apa bisa beli software ratusan dollar... kepiye toh he...eh..he...

semoga perjuangan kita utk software murah... kalo perlu gratis bisa terwujud apalagi utk pendidikan ( amandemen UU HKI utk pendidikan) :-)

salam, rr - apwkomitel

---
Anak-anak, Merokoklah!

Seto Mulyadi

Jangan kaget! Ini adalah seruan lantang industri rokok kepada anak-anak dan remaja kita.

Sayang, banyak orangtua tampaknya masih terlelap dan tidak sadar. Tahu-tahu, jutaan anak kita telah tercemar asap tembakau dan akan menjadi perokok aktif di masa depan. Dengan sistematis, industri rokok mengajak jutaan anak untuk sejak dini mulai gemar merokok.

Coba lihat iklan-iklan rokok di mana-mana, seolah tidak ada lagi ruang kosong yang ramah anak dan bebas dari dominasi iklan rokok. Mulai dari billboard, spanduk, umbul-umbul, iklan di media cetak ataupun elektronik, kaset atau film sampai ke seminar-seminar pendidikan pun tak luput dari promosi rokok.

Materi iklan pun menunjukkan segmentasi pasar yang dibidik. Bahwa merokok adalah baik. Merokok identik dengan nikmat, berani, macho, trendi, kebersamaan, santai, optimistis, penuh petualangan, kreatif, dan segudang istilah lain lagi yang membanggakan.

Tidak tanggung-tanggung, idola remaja�penyanyi, grup musik, atau para tokoh yang memenuhi selera pasar konsumen� dilibatkan sebagai model.

Industri rokok paham teori psikologi perkembangan anak bahwa�menurut teori perkembangan psikososial Erik Erikson�remaja sedang pada tahap the sense of identity, tahap mencari identitas, termasuk meniru dan mengikuti perilaku model yang menjadi idolanya. Dengan "serangan" iklan dan menampilkan identitas yang dicari remaja, otomatis mereka larut dalam pengaruh iklan, merasa lebih hebat dengan merokok.

Metode komunikasi persuasif yang digunakan pun memakai classical conditioning, yaitu mengubah sikap dengan mengondisikan antara perasaan positif dan benda yang diiklankan. Remaja pun tergiur saat disuguhi pesan-pesan seperti "Apa Obsesimu?", "X-presikan Aksimu!", dan "U are U!".

Bahan adiktif

Kalangan industri rokok sering berkilah, iklan rokok tidak akan menimbulkan perokok baru, tetapi hanya menjaga agar perokok aktif tetap mengonsumsi produksinya atau agar tidak pindah ke merek lain. Namun, kenyataannya iklan rokok telah menjebak ratusan ribu anak dan remaja untuk mulai mencoba merokok, lalu menjadi pengguna tetap yang aktif.

Mereka menutup mata terhadap kenyataan bahwa mengiklankan rokok sama dengan mempromosikan bahan adiktif terhadap anak-anak. Saat merokok, mereka akan mengisap sekitar 4.000 racun kimia dengan tiga komponen utama yang berbahaya, yaitu nikotin, tar, dan karbon monoksida.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, tembakau membunuh lebih dari lima juta orang per tahun, dan diproyeksikan akan membunuh 10 juta sampai tahun 2020. Dari jumlah itu, 70 persen korban berasal dari negara berkembang.

Lembaga Demografi UI mencatat, angka kematian akibat penyakit yang disebabkan rokok tahun 2004 adalah 427.948 jiwa, berarti 1.172 jiwa per hari atau sekitar 22,5 persen dari total kematian di Indonesia.

Remaja akan tetap menjadi sasaran utama untuk menggantikan perokok senior yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap rokok, yang konon sekitar 30 juta akan wafat karena penyakit yang berhubungan dengan tembakau.

Coba simak laporan perusahaan rokok di AS, Philip Morris (1981), "Remaja hari ini adalah pelanggan tetap yang potensial untuk hari esok! Pola merokok remaja amat penting bagi Philip Morris...."

Hak anak

Melalui Sidang Ke-56 WHO, 192 negara anggotanya telah mengadopsi Kerangka Kerja Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control/FCTC) untuk melindungi generasi muda dari kerusakan kesehatan dan asap tembakau. Pasal 13 FCTC mensyaratkan negara anggota untuk melaksanakan larangan total terhadap segala jenis iklan, pemberian sponsor dan promosi produk tembakau, baik secara langsung maupun tidak dalam kurun waktu lima tahun setelah meratifikasi konvensi.

Sayang, Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum meratifikasi konvensi ini dan belum memiliki undang-undang yang mengatur dampak bahaya tembakau, sementara Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tetap mengizinkan iklan rokok di media elektronik dengan berbagai bentuknya.

Ketika kita semua tahu bahwa rokok ialah zat adiktif dan merupakan salah satu pembunuh hak hidup anak, pemerintah tampaknya belum tegas dalam melindungi anak dari bahaya tembakau. Padahal UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak menyatakan, pemerintah wajib dan bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan khusus kepada anak termasuk yang menjadi korban zat adiktif (Pasal 59). Pasal 89 Ayat 2 menegaskan, "Setiap orang yang dengan sengaja menempatkan, membiarkan, menyuruh melibatkan anak dalam penyalahgunaan, produksi atau distribusi alkohol dan zat adiktif lainnya dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun�."

Bagaimana nasib RUU Pengendalian Dampak Rokok dan Tembakau yang konon sudah disetujui 41 persen anggota DPR?

Badan POM mencatat 14.249 iklan rokok tersebar di media elektronik (9.230), media luar ruangan (3.239), dan media cetak (1.780). Hingga kini, tanpa kendala, iklan rokok terus mempromosikan bahan yang sarat pelanggaran hak anak, baik hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, maupun hak untuk memperoleh perlindungan.

Kongres Anak Indonesia sebagai pemenuhan hak partisipasi anak tahun lalu telah mendesak pemerintah untuk membatasi iklan rokok di media massa sebagai bagian dari bentuk kekerasan terhadap anak.

Akankah kita terus membiarkan tingkah pembunuh berwajah santun berkeliaran di mana-mana menghiasi ruang-ruang publik kita? Lupakah kita kepada kesepakatan yang dicanangkan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2002 untuk menciptakan a world fit for children?

Tampaknya kita semua harus jujur untuk berani mengakui bahwa kita belum siap untuk memenuhi hak anak, agar nantinya mereka bisa berkata, "Tubuhku sehat, jiwaku kuat, siap menjadi pemimpin masa depan!"

Seto Mulyadi Ketua Komnas Perlindungan Anak

OK, deh majulah perwarnetan di INDONESIA, mau M$ atau OpenSource yang

penting halal dunia akherat

ET

--- In APWKomitel@yahoogro ups.com, priyo wibowo <phwibowo@.. .> wrote:

>

> stau saya marta adhi itu tukang racuni bocah2 dgn product M$ dgn

cara jual murah license nya ke sekolah2, biar kalo gede cuma bisa pake

M$ product

>

> ----- Original Message ----

> From: ardiansyah <ardi_smansa@ ...>

> To: APWKomitel@yahoogro ups.com

> Sent: Tuesday, 24 July, 2007 9:46:45 PM

> Subject: [APWKomitel] Update Terbaru dari Seminar Nasional Open Source

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> Teman2 semua sekedar mengingatkan. .acara Seminar

sebentar lagi, yakni..

>

>

>

> tempat : Pusat Studi Jepang UI

>

> waktu : 1 agustus 2007 / 08.00-15.00

>

> HTM : mahasiswa : 30.000

>

> umum : 50.000

>

> pembicara : kang ono, menristek, menkominfo, marta adhi (microsoft), om

>

> Ibram, YKLI, dll...banyak deh

>

> Moderator : Ketua BEM FASILKOM UI dan Sandrina Malakyano

>

> Tiket Box : RUang bem FASILKOM UI, LP3T NF Depok*, On the Stage (klo

>

> masih ada)

>

>

>

> ada sertifikat, majalah info linux, dvd juga, cd igos,dll..gratis

>

> semuanya.... makanya klo ga dateng rugi..

>

>

>

> ---

>

> [rr] gratis apanya ? apakah masuknya juga gratis ? ... masa

mahasiswa harus bayar... masa umum harus bayar... ikuti nasehat kami

deh... kan ada yang bisa diminta sponsor :-)

>

>

>

> semoga sukses, salam, apwkomitel

>

> note: by the way, pak ardi... pak marta adhi dari microsoft itu

kompetensi dan bidangnya apa di microsoftnya ?

>

> ---

>

>

>

> CP : Susanto (081808035490)

>

> Rohandi (0813992999340)

>

> Ardiansyah (08888054754)

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

>

> <!--

>

> #ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean,

sans-serif;}

> #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}

> #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica,

clean, sans-serif;}

> #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}

> #ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}

> #ygrp-text{

> font-family: Georgia;

> }

> #ygrp-text p{

> margin:0 0 1em 0;}

> #ygrp-tpmsgs{

> font-family: Arial;

> clear:both;}

> #ygrp-vitnav{

> padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}

> #ygrp-vitnav a{

> padding:0 1px;}

> #ygrp-actbar{

> clear:both;margin: 25px

0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; }

> #ygrp-actbar .left{

> float:left;white- space:nowrap; }

> .bld{font-weight: bold;}

> #ygrp-grft{

> font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}

> #ygrp-ft{

> font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;

> padding:5px 0;

> }

> #ygrp-mlmsg #logo{

> padding-bottom: 10px;}

>

> #ygrp-vital{

> background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}

> #ygrp-vital #vithd{

>

font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; text-transform: uppercase; }

> #ygrp-vital ul{

> padding:0;margin: 2px 0;}

> #ygrp-vital ul li{

> list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;

> }

> #ygrp-vital ul li .ct{

>

font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; padding-right: .5em;}

> #ygrp-vital ul li .cat{

> font-weight: bold;}

> #ygrp-vital a {

> text-decoration: none;}

>

> #ygrp-vital a:hover{

> text-decoration: underline; }

>

> #ygrp-sponsor #hd{

> color:#999;font- size:77%; }

> #ygrp-sponsor #ov{

> padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}

> #ygrp-sponsor #ov ul{

> padding:0 0 0 8px;margin:0; }

> #ygrp-sponsor #ov li{

> list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}

> #ygrp-sponsor #ov li a{

> text-decoration: none;font- size:130% ;}

> #ygrp-sponsor #nc {

> background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}

> #ygrp-sponsor .ad{

> padding:8px 0;}

> #ygrp-sponsor .ad #hd1{

>

font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- height:122% ;}

> #ygrp-sponsor .ad a{

> text-decoration: none;}

> #ygrp-sponsor .ad a:hover{

> text-decoration: underline; }

> #ygrp-sponsor .ad p{

> margin:0;}

> o {font-size:0; }

> .MsoNormal {

> margin:0 0 0 0;}

> #ygrp-text tt{

> font-size:120% ;}

> blockquote{margin: 0 0 0 4px;}

> .replbq {margin:4;}

> -->

>

>

>

>

>

>

>

>

> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

> Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less,

sign up for

> your free account today

http://uk.rd. yahoo.com/ evt=44106/ *http://uk. docs.yahoo. com/mail/ winter07. html

>

> [Non-text portions of this message have been removed]

>




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->


___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/


[Non-text portions of this message have been removed]

--
mailing list sponsor: http://www.apwkomitel.org

http://www.milenia.net

http://www.indopc.com
==
To visit your group , klik: http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:APWKomitel-digest@yahoogroups.com
mailto:APWKomitel-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
APWKomitel-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: