RADAR SOLO: Kamis, 09 Agt 2007: Kenapa Pengusaha Rental Komputer dan
Warnet Ketakutan Sweeping?
Kalahkan Bom Amrozi, Rugi Terparah selama Buka Usaha Aksi
kucing-kucingan yang berwajib dengan para pelaku usaha rental komputer
dan warung internet (warnet) ternyata merupakan ulangan kejadian
serupa, 2 tahun lalu. Apa keluhan mereka?
WAHYU IMAM IBADI, Solo
BAGAI disambar petir di siang bolong, para pelaku usaha rental
komputer serta warnet di Solo dan sekitarnya, begitu kabar sweeping
software ilegal mencuat lagi mulai akhir Juli lalu. Para pengusaha
yang memang mengaku memakai produk software bajakan pun ketakutan dan
pilih tiarap.
Padahal, akibat mereka tiarap lebih dari 4 hari berimbas pada rugi
besar usahanya. Edy Subroto --pemilik rental komputer di belakang
Stadion R. Maladi, Solo-- dan Andy Hartono --pemilik warnet Yahoo
Cabang Solo-- pun menggerutu mengeluhkan hal itu.
Sekalipun aksi sweeping belum dilakukan, Edy sudah merugi sangat
besar. "Saya dulu buka rental ini dari tahun 2004. Baru kali ini saya
bisa rugi besar karena sesuatu yang tak jelas," ujarnya kesal.
Kerugian disebabkan rentalnya ditutup, karena takut luar biasa akan
adanya aksi sweeping oleh yang berwajib. "Kejadian ini jauh lebih
menakutkan dari bom Amrozi (tersangka pelaku Bom Bali 1, Red). Sebab,
efeknya sangat besar bagi saya dan juga teman-teman yang buka usaha
rental komputer," lanjutnya.
Sampai hari ini, Edy telah merugi lebih dari Rp 2 juta, karena tutup
selama lima hari. Kerugian bisa semakin besar, apabila nanti aparat
benar-benar melakukan aksi sweeping maupun penyitaan.
"Sebetulnya kerugian secara materi bisa diganti. Tapi, kalau sudah
berdampak pada psikis dan sosial pengusaha rental, akan sangat sulit
diobati. Sebab, mereka tentunya akan sangat trauma apabila usaha
tulang punggung keluarganya sampai bangkrut," lanjutnya.
Dampak psikis dan sosial yang dimaksud Edy itu berkaitan mayoritas
tenaga kerja yang dipekerjakan oleh Edy. "Hampir 90 persen tenaga saya
adalah mahasiswa. Mereka mengantungkan sepenuhnya untuk kerja di sini,
demi memenuhi kebutuhan sehari hari dan kuliah mereka," lanjutnya.
Andy Hartono, pimpinan Warnet Yahoo Cabang Solo juga kecewa dengan
rencana aksi sweeping. Sekalipun di Solo sampai saat ini belum
benar-benar terjadi aksi itu. "Di tempat kami sudah pakai (software<,
Red) yang asli. Tapi, masih saja kami khawatir. Mengingat tidak semua
warnet di-sweeping," ujarnya.
Kalau tiba-tiba warnetnya di-sweeping dan benar-benar ada yang disita,
dia akan merugi sangat besar. Sebab, dia sudah mengeluarkan dana
sangat besar untuk membeli software asli. "Sebab, asli belum tentu
menjamin keamanan. Saya dengar ada beberapa warnet di luar Solo yang
sudah pakai software asli. Tapi, mereka masih saja di-sweeping. Saya
kira juga aparat keamanan belum paham betul mana software yang asli
dan yang bajakan," lanjut pria bertubuh besar ini.
Yusuf Gunawan, pemilik rental komputer di belakang kampus Universitas
Sebelas Maret Surakarta (UNS) juga mengeluhkan hal serupa. "Kemarin
(pekan lalu, Red), saya tutup 3 hari sejak Jumat sampai Minggu
(3-5/8). Padahal, untuk satu hari saja di rental komputer saya
menghasilkan lebih dari Rp 1 juta," ujarnya.
Kerugian itu terkait banyaknya order yang harus diselesaikan. Dimana,
saat ini di tempat usahanya banyak order ketikan. "Sebanyak 80 persen
yang diketik di sini adalah tugas mahasiswa di sekitar sini. Juga,
tugas anak sekolah. Sebab, dalam minggu-minggu ini, kegiatan sekolah
dan kuliah baru banyak-banyaknya," lanjut Yusuf.
Meskipun aksi sweeping belum sempat dilakukan, Yusuf mengaku sangat
khawatir dengan kondisi saat ini. Dia masih gambling dan main tebak,
kapan dia harus buka dan kapan harus tutup. "Saya sebelum buka akan
kontak tenaga kerja yang biasa mengetik di sini. Apakah tempat ini
dibuka atau tidak. Sebab, saya tak ingin mengecewakan mereka, apalagi
konsumen," lanjutnya.
Yusuf merasa sedih jika ada beberapa pelanggan yang datang ke
tempatnya, tapi tugas yang dibebankan belum juga selesai. "Saya selain
punya tanggungan 5 pegawai, juga harus tanggung jawab kepada konsumen.
Tapi, karena kondisinya seperti ini, mau bagaimana lagi," lanjutnya.
Yusuf pun memberikan solusi kepada para konsumen dengan memberikan
kesempatan untuk mengetik sendiri tugasnya. "Saya beraninya buka
malam. Jadi, kalau ada konsumen yang datang dan siap untuk mengetik
sendiri, saya persilakan. Tapi, dengan catatan pintu ditutup dan
mereka mengetik sendiri," jelasnya.(*)
--- In APWKomitel@yahoogroups.com, "rrusdiah" <rrusdiah@...> wrote:
berita sedikit terlambat... tapi masih dekat dan siapa tahu berkaitan
dengan berita sweeping di semarang... mungkin berguna bagi teman
teman yang bergerak di rental PC, warnet, jual PC dll... sebagai
solideritas teman teman dari daerah... apakah ini yang disebut pak
paulus beberapa waktu yang lalu sebagai gerakan people power... para
ormas dan lsm dari daerah ?
ada yang bisa memberikan komentar dari jawa tengah ?
salam, rr- apwkomitel
------------------------------------------------------
RADAR SOLO : Rabu, 08 Agt 2007 Gagas Aksi Lawan Sweeping
Paguyuban Rental Komputer-Warnet Surakarta
SOLO - Para pelaku usaha rental komputer dan warung internet (warnet)
dari sejumlah wilayah di Solo dan sekitarnya, kemarin menggagas
langkah bersama. Langkah itu untuk melawan aksi sweeping software
ilegal, yang kencang berembus belakangan ini.
Seratusan pelaku usaha rental komputer dan warnet telah dua hari
terakhir ini berkumpul, untuk melawan aksi sweeping software ilegal.
Tak tanggung-tanggung, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) datang
dalam pertemuan terakhir, kemarin (7/8), di salah satu rental di
belakang Stadion R. Maladi.
Tampak diantara mereka Ketua Front Perlawanan Penculik (FPP) Kholid
Syaefullah. Pertemuan kedua kemarin sore memang diarahkan untuk
membahas langkah bersama menyikapi sweeping. Juga sejumlah perwakilan
ormas lain di Solo dan sekitarnya.
Seperti diberitakan, di Sukoharjo telah dilakukan aksi sweeping
warnet. Aksi itu menyulut keresahan dan isu sweeping di Solo dan
sekitarnya.
Para pengusaha rental komputer dan warnet tiarap, dan menutup usaha
mereka sejak Jumat pekan kemarin.
Dalam pertemuan pertama Senin (6/8) kemarin, mereka yang hadir
menentukan lebih dahulu nama paguyuban itu. "Wadah itu untuk teman
teman pengusaha rental komputer, baik di belakang stadion (Sriwedari)
dan wilayah lain di Solo," ujar Edy, sesepuh paguyuban kios stadion
Sriwedari, saat memimpin pertemuan.
Malam itu, tercatat 9 calon nama paguyuban. Namun, akhirnya dipilih
nama Parentikom (Paguyuban Rental dan Ketik Komputer). Dalam diskusi
juga sempat muncul dua kubu. Yaitu, yang menginginkan untuk segera
dilakukan sertifikasi dan yang ingin menerapkan sistem online. "Tapi,
pada akhirny a kami putuskan minta perlindungan pada bapak wali kota,"
lanjutnya.
Selain menghadap wali kota, mereka juga akan melakukan aksi di gedung
DPRD dan Poltabes Solo. "Kami ingin minta kejelasan mengenai
undang-undang atau apa saja yang dijadikan patokan sweeping. Sebab,
bukan tak mungkin di berbagai tempat seperti institusi pemerintah juga
bisa memkai software bajakan," ujar Sugiarno, ketua terpilih Parentikom.
Terpisah, sesepuh Forum Masyarakat Pengguna Komputer Surakarta Bagus
Sriraharjo mendukung dengan aksi rekan-rekannya menuntut keadilan.
"Saya akan perjuangkan nasib teman-teman, baik yang usaha rental dan
penjualan komputer, maupun penjualan software. Sebab, mereka menjadi
bagian dari kami," ujarnya.
Bahkan, muncul niat menentang aksi sweeping, yang sewaktu-waktu bisa
menimpa mereka. "Kami telah berkoordinasi dengan lintas organisasi,
ormas nasionalisme, dan ormas muslim. Selain, para pengusaha rental
komputer dan warnet Solo. Siap tempur kalau software suruh bayar,"
pungkas Bagus. (mg11)
--- End forwarded message ---
--
mailing list sponsor: http://www.apwkomitel.org
http://www.indopc.com
==
To visit your group , klik: http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:APWKomitel-digest@yahoogroups.com
mailto:APWKomitel-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
APWKomitel-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar