Pak Paulus dan Pak Rudi yg lagi asyiiik di USA.
Lihat acara Republik MIMPI ( BBM) gak minggu tgl 2
Mei yl ???di Metro TV ???
Memang ada saling meniru antar rakyat serumpun .
Antara Indon dan Malaysia ada budaya serumpun.
Sewaktu mantan wkl perdana menteri Malaysia Dato
Anwar Ibrahim ( kata cerita Republik Mimpi Minggu 2
Sept di Metro TV)krn suka makan Soto Mi ( ?), juga
dipukuli Polisi Diraja rame2, konon karena para calon2
Polisi Malaysia itu pernah "study banding" ke IPDN
Jatinagor, Bandung.
Jadi sumbernya dulu ya dari Saudara Tua (
Indon)juga yg pernah kirim Guru ke Malaya sekitar
tahun 1970-80 an. Mungkin gurunya juga ngajarin yg
gak2.
Ada yang lain lagi issu saling meniru istilah :
Entah betul atau tidak saya tak tahu.Terserah anda.
Konon karena nama "Pak Rohimin "mantan Menteri
Kelautan yg kabarnya sangat "dermawan" , bagi2kan
uang., kepada banyak orang baik yg penting maupun
kurang penting.. maka oleh Para Wartawan2 Indonesia,
NKRI yg suka sensasional akibat kejangkitan Virus
reformis Chronis telah ,menggunakan nama pak Rohimin
sebagai istilah baru dengan " Uang Kerohiman " Rp 1
juta untuk bantu masyarakat Kolong Jalan TOLL yg tak
mau digusur.
Percaya atau tidak terserah anda.
n--- rrusdiah <rrusdiah@yahoo.com> wrote:
> udah deh kita ikuti saya wejangan bapak Presiden utk
> hentikan sweeping
> dll... memang sih apa yang dilakukan oleh polisi
> Malaysia tidak
> berperi kemanusiaan ,tapi introspeksi apakah aparat
> polisi di
> Indonesia juga tidak pernah melakukan hal yang sama
> ???
>
> gimana razia razia oleh oknum dengan menutup
> warnet...menakuti warnet
> dengan alasan HKI, menangkap pemiliknya... ???
>
> gimana sweeping yang dilakukan oleh para preman ?
>
> ayo deh... jangan bikin resah... mari bikin iklim
> kondusif... stop
> premanisme, razia dan sweeping yang tidak bijak...
> introspeksi...
> seperti nasehat pak Presiden dan juga nasehat pak
> Nuh soal razia
> sweeping warnet...bahkan disambut positif oleh
> pernyataan pak Donny BSA ?
>
> salam, rr - apwkomitel
> -----------------------
> Indonesia-Malaysia : Presiden: Hentikan "Sweeping"
>
> Tampak Siring, Kompas - Presiden Susilo Bambang
> Yudhoyono menilai
> sudah cukup permintaan maaf Perdana Menteri Malaysia
> Abdullah Ahmad
> Badawi melalui telepon, Kamis (30/8) malam, atas
> penganiayaan yang
> dilakukan empat polisi Malaysia terhadap wasit
> karate nasional, Donald
> Luther Colopita.
>
> Presiden menganggap tidak perlu lagi pihak Malaysia
> memberikan
> pernyataan maaf secara terbuka kepada media.
> Presiden juga minta agar
> penyisiran (sweeping) terhadap warga Malaysia di
> Indonesia dihentikan.
>
> "Menurut Presiden, permintaan maaf semalam itu sudah
> yang terbaik yang
> mereka lakukan. They do the best. Apalagi
> penyampaian tersebut melalui
> saluran telepon pribadi antara Presiden dan PM
> Malaysia. Selain itu,
> permintaan kita sudah terkabul, yakni permintaan
> maaf dan proses hukum
> yang sedang berjalan," kata Juru Bicara Kepresidenan
> Dino Patti Djalal
> saat mendampingi Presiden memimpin rapat menteri dan
> Dewan
> Pertimbangan Presiden di Istana Tampak Siring,
> Gianyar, Bali, Jumat
> (31/8).
>
> Wapres hadir
>
> Ketika bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla
> dalam acara upacara
> perayaan kemerdekaan Malaysia di Kuala Lumpur
> kemarin, Badawi
> mengulangi lagi ucapan permintaan maaf itu dan
> berjanji akan terus
> mengusut kasus tersebut.
>
> Menurut Asisten Bidang Pers Wapres, Muchlis Hasyim,
> Wapres berharap
> bangsa Indonesia sebagai bangsa beragama menerima
> maaf itu. Dalam
> upacara perayaan resmi kemerdekaan Malaysia yang
> dihadiri para
> pemimpin negara-negara ASEAN dan Persemakmuran,
> Wapres diberi tempat
> sangat terhormat, yakni diapit oleh PM Badawi dan
> Wakil PM Malaysia
> Najib Razak.
>
> Berkaitan dengan penyisiran, Dino mengatakan,
> Presiden mengingatkan
> banyak warga negara Indonesia yang berada di
> Malaysia, antara lain 1,5
> juta tenaga kerja Indonesia dan 10.000 orang yang
> tengah belajar.
> "Kalau ingin warga kita diperlakukan baik, kita juga
> perlu
> memperlakukan secara baik warga asing di Indonesia,"
> ujar Dino.
>
> Permintaan maaf PM Badawi disampaikan kepada
> Presiden melalui telepon
> pribadi Presiden selama 15 menit pada Kamis malam,
> sekitar pukul
> 20.00. Presiden yang saat itu berada di Istana
> Tampak Siring, juga
> mendapat janji dari Badawi, yang akan terus
> melakukan proses hukum
> atas kasus pemukulan tersebut.
>
> Meskipun melalui telepon sambungan pribadi, menurut
> Dino, Presiden
> tetap menganggap permintaan maaf itu atas nama
> Pemerintah Malaysia.
> "Salurannya memang pribadi beliau, tetapi itu tetap
> atas nama
> pemerintah bukan pembicaraan pribadi," lanjut Dino.
>
> Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan ucapan
> selamat atas
> perayaan 50 tahun hari jadi Malaysia. "Malaysia
> lebih dari sekadar
> sahabat. Maka, Presiden meminta Wakil Presiden RI
> menghadiri perayaan
> tersebut di Malaysia," ujar Dino.
>
> Kemarin, anggota Komisi I DPR Happy Bone Zulkarnaen
> (Fraksi Partai
> Golkar, Jawa Barat I) menyatakan, permintaan maaf
> Malaysia tidak cukup
> disampaikan lewat telepon oleh PM Badawi kepada
> Presiden, tetapi harus
> secara resmi kepada rakyat Indonesia.
>
> Dalam diskusi di Gedung DPD, Wahyu Susilo dari
> Migrant Care juga
> mengatakan, kasus penganiayaan terhadap Donald harus
> ditindaklanjuti
> dengan langkah konkret untuk melindungi tenaga kerja
> Indonesia di
> Malaysia.
>
> Sejak pagi hingga siang kemarin masih berlangsung
> unjuk rasa yang
> dilakukan berbagai elemen masyarakat di Jakarta di
> depan Kedutaan
> Besar Malaysia.
>
> Mereka menuntut Malaysia menindak tegas
> polisi-polisi Malaysia yang
> memukuli Donald.
>
> Semalam Kepala Imigrasi Bogor Ibrahim Saleh
> mengatakan kepada Kompas,
> pihaknya telah menangkap tiga warga Malaysia yang
> bekerja di sebuah
> perusahaan di Sentul, Bogor, karena hanya memiliki
> visa turis. Mereka
> sudah tiga bulan berada di Indonesia.
> (DIK/RTS/OSD/AYS/NEL)
>
>
____________________________________________________________________________________
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz
--
mailing list sponsor: http://www.apwkomitel.org
http://www.indopc.com
==
To visit your group , klik: http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:APWKomitel-digest@yahoogroups.com
mailto:APWKomitel-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
APWKomitel-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar