Jumat, 14 September 2007

[APWKomitel] part 2: warnet= sarang judi?: Ini yang selalu dikawatirkan oleh APWKomitel

sepuluh tahun yang lalu saya menulis di sebuah majalah komputer
Komputek ( milik jawa pos) bahwa suatu saat Judi akan dilakukan online
dan aparat sulit dan harus mempunyai teknik khusus utk
membrantasnya... lain seperti lokasi judi yang resmi seperti di
lasvegas, macao... online judi ini lokasinya virtual... tidak didunia
nyata... somewhere in cyberspace... tapi terkadang dibawah ini... bisa
saja dilakukan di sebuah rumah di bilangan grogol petamburan, kali
deres atau di apartemen mewah dilantai atas agar aman dibilangan Mall

Untungnya artikel dibawah ini tidak menyebutnya sebagai warnet...
karena yah memang perlengkapannya seperti warnet tapi tentu bukan
warnet... terdiri dari PC PC yang memang di isi program untuk judi...

Judi Bakarat di Mal Taman Anggrek Digrebek
Rabu, 08 Maret 2006 | 16:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar
Polri kemarin malam sekitar pukul 23.00 WIB menggerebek judi bakarat
di Tower 7 lantai 19 Blok C Mal Taman Angrek, Jakarta Barat.

Wakil Kepala Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Anton Bachrul Alam,
menjelaskan polisi menyita barang bukti berupa 3 meja bakarat,
beberapa tas koper berisi koin hasil penukaran dengan nilai
bervariasi: Rp 10 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 50 ribu. Total nilai barang
sitaan Rp 4,5 miliar. "Ini yang terkumpul malam itu." katanya di
kantornya hari ini.

Namun,menurut Anton, tak ada barang bukti berupa uang tunai. Polisi
juga menangkap 55 orang di dalam lokasi judi yang terdiri 41 laki-laki
dan 14 wanita. Tempat judi itu milik Ngoa Am.

Anton mensinyalir kegiatan judi bakarat ini sudah lama beroperasi.
"Tak ada beking dari TNI atau polisi."
===============================
Kapolsek Tanjung Duren Diduga Bekingi Judi Bakarat
Veronika Kusuma Wijayanti - detikHot


Jakarta, Kapolsek Tanjung Duren Kompol Asep Adiputra dan Kanitreskrim
Polsek Tanjung Duren Ipda Yusbiantoro diduga membekingi tempat judi
bakarak di Mal Taman Anggrek. Keduanya, Kamis 16 Maret diperiksa
Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri.

Pusat perjudian bakarat di Mal Taman Anggrek yang digerebek pada 7
Maret lalu. Dari lokasi polisi menyita koin senilai Rp 4,5 miliar.
Sebanyak 55 tersangka langsung ditahan di Mabes Polri.

"Sebelumnya mereka (Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Tanjung Duren)
pernah diperintahkan untuk mengecek keberadaan judi bakarat di Mal
Taman Anggrek. Namun menurut mereka tidak ada," kata Wakadiv Humas
Brigjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo,
Jakarta, Jumat (17/3/2006).

Namun setelah tim Bareskrim dari Direktorat I Mabes Polri bergerak ke
Mal Taman Anggrek ternyata ditemukan. Karena itu pemeriksaan dilakukan
untuk mengkonfirmasi keterangan dua aparat itu.

Apakah mereka membekingi judi bakarat itu? "Saya belum tahu pasti.
Kita tunggu penyelidikan dari Propam Mabes saja," kata Anton.

Judi bakarat yang digerebek itu berlokasi di Tower 7 Lantai 19, Blok C
Mal Taman Anggrek di Jalan S Parman, Jakarta Barat. Kawasan itu
merupakan pusat bisnis modern.

Polri menyita barang bukti berupa tiga meja bakarat, tas koper dan
koin-koin. Pemilik judi bakarat, Ngoa Ann, saat itu juga ditangkap
Polri di lokasi kejadian. (umi/)


===============================
Judi Togel Rambah Internet

TANJUNG DUREN, WARTA KOTA--Judi togel yang identik dengan judi massal
kini merambah ke internet. Operator sudah ditangkap tapi pemodal
dicurigai orang asing. Terobosan baru itu yang dilakukan Sulianto (31)
dan Edward (29). Praktik perjudian togel lewat internet dikendalikan
di sebuah rumah di Jalan Utama Sakti Raya No 36, Wijayakusuma, Grogol
Petamburan, Jakarta Barat.

Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Polisi Asep Adisaputera kemarin
menjelaskan bahwa rumah pengendali judi togel via internet digerebek
akhir pekan lalu. Di rumah berkedok percetakan itu, polisi menyita
seperangkat alat judi. Di antaranya, dua komputer, empat handphone
tipe communicator, dua CCTV, Combo TV Box mesin faksimili, televisi
plasma, dua printer, dan kertas rekapan angka (nomor dan peserta judi).

Asep Adisaputera mengakui modus judi togel menggunakan jaringan
internet merupakan trend baru. Meski pesertanya orang-orang tertentu
namun melalui internet permainan judi jenis itu bisa dilakukan
antarprovinsi. "Yang sudah kami ketahui judi ini, selain dari Jakarta
dan sekitarnya juga diikuti oleh orang-orang dari Batam dan kota-kota
utama di Sumatera," kata Kompol Asep.

Pembongkaran judi melalui jaringan internet itu sendiri berawal ketika
polisi memperoleh informasi dari masyarakat. Namun, penelusurannya
sempat mengalami hambatan. Sebab, bagian rumah yang digunakan sebagai
pusat pengaturan judi tersebut tertutup rapat. Di sudut atas pagar
rumah itu terpasang kamera CCTV. "Setiap orang yang datang dan tak
dikenal tidak diizinkan masuk, meski kami sudah menyamar," jelasnya.

Upaya penyamaran pun terus dilakukan hingga akhirnya tempat itu pun
bisa disusupi. Begitu kecurigaan polisi terbukti, rumah judi itu
digerebek. Sulianto dan Edward pun digelandang ke Polsek Tanjung
Duren. Dia menambahkan, saat ini pemberantasan judi bukan saja kepada
bandarnya saja melainkan juga pada para pesertanya.

Dari pengakuan Sulianto, permainan judi melalui jaringan internet itu
masih mengadopsi permainan judi togel aslinya. Perkalian hadiah juga
sama persis dengan judi togel yang pernah marak tiga tahun lalu.
Pemasang Rp 1.000 untuk dua angka memperoleh uang Rp 60.000 jika
menang. Pemasang Rp 1.000 untuk tiga angka mendapat uang Rp 400.000,
dan pemilik empat angka akan mendapat uang Rp 1,2 juta. Tapi untuk
togel internet, taruhan minimal Rp 500.000 dan maksimal Rp 10 juta.

Nomor-nomor judi pilihan peserta tidak lagi menggunakan kertas
konvensional tapi dikirim melalui internet atau mesin faksimili. Uang
taruhan dikirim dengan cara transfer. Omset praktik judi ini mencapai
miliaran rupiah. "Dalam permainan judi ini, uang sama sekali tidak
terlihat," kata Asep lagi.

Sulianto dan Edward memulai praktik judi internet saat Piala Dunia
2006 digelar pada 9 Juni 2006. Jenis judinya benar-benar skor sepak
bola dan pesertanya baru puluhan orang yang merupakan kenalan
dekatnya. Setelah pergelaran akbar sepak bola selesai 9 Juli 2006,
judi bola diganti menjadi judi togel. "Semua modal dan peralatan, saya
yang sediakan," jelas Sulianto.

Modus lama

Praktik judi jenis seperti ini juga pernah dilakukan Johan, warga
Perumahan Citra V Blok A2 No 39 Kalideres, Jakarta Barat. Rumah Johan
sudah pula digerebek polisi Kamis (3/8) sekitar pukul 19.00. Johan
sempat membakar sejumlah alat judinya hingga nyaris menghanguskan
rumahnya.

Cara berjudi yang dilakukan Johan cukup mudah. Dia menghubungi peserta
dan mengirimkan angka pasangan melalui pengiriman faksimili. Setiap
kali memasang angka, peserta membayar Rp 1.000. Teknik permainannya
seperti togel.

"Saya yang kemudian mengabarkan angka yang keluar ke klien (sebutan
peserta judi--Red) lewat faksimili. Uang ditransfer lewat rekening.
Satu orang bisa pasang minimal Rp 50.000," jelas Johan. Dari usaha
yang dilakoni sejak dua pekan lalu, Johan memperoleh keuntungan
berkisar Rp 3-7 juta per hari.

Judi secara umum sudah menghilang begitu Jenderal Pol Sutanto diangkat
sebagai Kapolri dua tahun lalu. Ia melarang seluruh jenis judi
sehingga seluruh tempat judi digerebek. Sejak itu, judi dilangsungkan
sembunyi-sembunyi dan kebanyakan lewat internet.

Menurut praktisi hukum Hotman Paris Hutapea, judi melalui internet
atau mesin faks bukan fenomena baru. "Ini sudah lama terjadi baik di
Indonesia maupun di luar negeri," ujar Hotman semalam.

Dia pernah memiliki klien seorang pengusaha yang ditagih utang karena
kalah berjudi dengan bandar dari Las Vegas, Amerika Serikat. "Dia main
judi melalui internet dan bandarnya langsung dari Las Vegas. Ternyata
ia kalah. Awalnya ia diberikan keringanan untuk membayar tapi
lama-lama kemudian tagihannya membengkak," ungkapnya.

Tak lama kemudain, datang utusan dari Las Vegas untuk menagih utang
tersebut. Namun karena ini perjudian, bandar tersebut tidak mempunyai
kekuatan hukum untuk menagihnya. Hotman menengarai judi dengan
menggunakan internet dan mesin faks sedang menggejala di Indonesia.
"Ini disebabkan karena saat ini polisi sangat ketat memberantas judi
sehingga orang mencari-cari bentuk lain," katanya.

Perjudian seperti ini relatif lebih sulit diberantas karena yang
menjadi bandarnya adalah orang asing yang telah profesional. "Lagi
pula hukum yang berlaku adalah hukum tempat bendar berada. Untuk
pemainnya di Indonesia, siapa yang akan mengadukannya?" tambahnya.

Dia mengatakan, perjudian togel melalui internet dan mesin faks yang
kini sedang maraknya disinyalir juga didalangi bandar dari luar
negeri. "Untuk perjudian profesional seperti ini memang dibandari
orang asing," katanya. Dengan kata lain, yang tertangkap baru
operatornya. Pemodal besarnya masih aman karena ditengarai orang
asing. (Ito/Tos)

==============
Polisi Grebek Judi Online di Apt Taman Anggrek

Jakarta, 14 September 2007 00:54
Petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggerebek
satu lokasi judi bola dengan menggunakan media internet yang
dikendalikan dari Apartemen Taman Anggrek, Jakarta Barat.

note: menurut berita di warta kota dan di media indonesia... lokasinya
di lantai 40 tower 6... dan tentunya kalau warnet investasinya jauh
lebih kecil dari sebuah tempat judi yang investasinya besar...
karena softwarenya sangat canggih dan secure... serta online dapat
menerima pembayaran melalui credit card dan bank... jadi selintas
tampaknya hampir sama... antara warnet dengan tempat judi... tapi
investasinya jauh beda antara warnet dan sebuah tempat judi...terutama
utk software dan securitynya... baik untuk pembayaran dan untuk
membayar oknum yang menjaga tempat judi tersebut... jadi serupa tapi
yah tak sama... ???


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Carlo Tewu
di Jakarta, Kamis (13/9), mengatakan, polisi menahan OK, 70 tahun,
yang menjadi pemilik lokasi judi.

"Judi ini mulai beroperasi sekitar satu tahun lalu dengan omset
mencapai Rp5 miliar per minggu," katanya.

Ia mengatakan, para petaruh judi itu tidak saja warga negara Indonesia
tapi juga dari negara-negara lain terutama di Asia Tenggara hingga
mencapai ribuan orang untuk sekali putaran.

Perjudian itu, katanya, menggunakan pertandingan sepakbola di beberapa
negara sebagai taruhan judi.

Pengiriman transaksi judi ini menggunakan jasa bank baik jika akan
bertaruh maupun menang taruhan.

Lokasi perjudian ini diketahui petugas Polda Metro Jaya berdasarkan
penelusuran informasi dari internet yang menyebutkan bahwa ada salah
satu lokasi judi di Jakarta yang punya hubungan dengan judi yang ada
di Amerika Serikat.

Setelah ditemukan, polisi lalu menyegel salah satu ruangan di
apartemen itu yang ternyata memiliki puluhan komputer untuk
mengendalikan judi. [EL, Ant]


--
mailing list sponsor: http://www.apwkomitel.org

http://www.milenia.net

http://www.indopc.com
==
To visit your group , klik: http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:APWKomitel-digest@yahoogroups.com
mailto:APWKomitel-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
APWKomitel-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

Tidak ada komentar: