Pak Paulus Yth,
Terimakasih atas tanggapan Bapak.
Saya pribadi lebih memilih Open Document Format (ODF) dari pada OOXML,
sebab jelas ODF benar-benar terbuka source code-nya, jadi bila semua
Vendor Software memanfaatkan Format ini, maka akan dapat saling
berkomunikasi/saling kompatibel.
Sedangkan OOXML masih mengandung unsur-unsur Proprietary, sehingga
dikemudian hari bisa menimbulkan masalah HAKI dan komersiil.
Saat ini di Indonesia sudah banyak yang menjadi pengembang Open
Source, silahkan tanya ke pak Rusmanto, Redaktur INFOLINUX, atau kawan2
lainnya. Mereka2 inilah yg akan memanfaatkan Format ODF yg dikembangkan
oleh anak bangsa, bukan hanya orang asing.
Semoga Pengambil Keputusan di negeri ini masih sempat memikirkan masa
depan bangsa Indonesia, bukan hanya sekadar pembeli software, tetapi
juga pengambang software yg disegani masyarakat dunia.
Wassalam,
S Roestam
-------------------
sent via Ubuntu v.7.04
------------------------------
----Original Message----
From: paulusbw@gmail.com
Date: 04/09/2007 18:31
To: <APWKomitel@yahoogroups.com>
Subj: Re: [APWKomitel] Pentingnya sebuah Standar Format Dokumen: Pilih
ODF atau OOXML?
Rekan MILLIS,
Saya salut dengan pak Mitro yang konsern tentang Standar Format
Dokumen.
Pertanyaan mendasar adalah apakah dari kira ada yang mengembangkan
Software
untuk Office?
Dan siapa yang akan mewakilkan Penerintah atau Industri.
Kalau kita tidak ada Industri Software untuk Office, trus gimana kita
bisa
menentukan standar Open Dockumen itu maunya seperti apa.
Siapa yang kita bela? Perusahaan Asing Juga lah....
Salam,
PaulusBW
On 9/4/07, sumitror <sroestam@indosat.net.id> wrote:
>
> Kawan Yth,
>
> Standar Format Dokumen Internasional menjadi sangat penting artinya.
> Salah-salah pilih kita bisa menjadi makanan empuk monopoli sebuah
> perusahaan yang mengantongi standar Internasional tersebut.
>
> Pentingnya Standarisasi
>
> Dengan banyaknya aplikasi perkantoran seperti pengolah kata,
> spreadsheet, dan presentasi menyulitkan publik saat akan berbagi
> dokumen. Misalnya kantor A menggunakan Open Office writer, tidak
bisa
> dibuka di kantor B yang menggunakan Microsoft Word. Atau saat
dibuka,
> formatnya menjadi berantakan dan harus disesuaikan kembali.
> Standarisasi format dokumen diperlukan agar keduanya, dan banyak
> aplikasi perkantoran lainnya saling berbagi tanpa masalah.
>
> Standarisasi juga penting untuk kompatibilitas mundur (backward
> compatibility) terhadap dokumen-dokumen yang akan disimpan dalam
waktu
> lama. Misalnya dokumen hukum di perpustakaan atau dalam lembaga
> pemerintahan. 10 tahun kedepan, apakah dokumen yang disimpan hari
ini
> dapat dibuka? Apakah dokumen disimpan dengan format yang terbuka?
>
> Standar Open Document Format (ODF):
> Untuk memecahkan permasalahan kompatibilitas format dokumen berbagai
> vendor Software, maka Masyarakat Open Source melakukan kajian untuk
> menyusun sebuah standar internasional, yaitu Standard Open Document
> Format (ODF).
> Berikut ini adalah urutan peristiwa penetapan Standar ODF:
>
> # -Mei 2005, format ODF disetujui sebagai standar OASIS
(Organization
> for the Advancement of Structured Information Standards).
> # Segera setelah itu, banyak aplikasi perkantoran yang mengadopsi
> standar ODF untuk menyimpan dokumen.
> # -September 2005, ODF diajukan sebagai standar ISO.
> # -Mei 2006, ODF memperoleh sertifikasi (ISO/IED 26300).
> # -Februari 2007, OpenDocument Version 1.1 telah disetujui oleh
OASIS.
> Versi ini mengatasi beberapa masalah aksesibilitas.
>
> Melihat perkembangan ODF tersebut diatas yang telah memperoleh
> sertifikasi ISO/IED 26300, maka Vendor terbesar didunia, yaitu
> Microsoft melakukan langkah-langkah untuk menandinginya dengan
> mengusulkan kepada Organisasi ISO sebuah Open Office XML standard
> (OOXML). Saat ini sedang ada proses Voting apakah OOXML bisa
diterima
> sebagai standar ISO, menandingi standar yang telah ada, yaitu ODF
> (Open Document Format).
>
> Walaupun OOXML di-klaim sebagai Open, namun pada kenyataannya dalam
> rinciannya masih banyak isi kekayaan intelektual yang dipaten-kan
> sebagai milik MS, sehingga dikemudian hari bisa menimbulkan masalah
> hukum dan komersial untuk penggunaannya.
>
> Rincian beritanya dapat dilihat di URL:
> http://www.netsains.com/index.php/page_info/pid_253
>
> Silahkan ditanggapi.
> Wassalam,
> S Roestam
> -------------
> Sent via OpenSUSE v.10.3
>
>
>
--
mailing list sponsor: http://www.apwkomitel.org
http://www.indopc.com
==
To visit your group , klik: http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/APWKomitel/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:APWKomitel-digest@yahoogroups.com
mailto:APWKomitel-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
APWKomitel-unsubscribe@yahoogroups.com
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar